Tahun 2015 diawali dengan liburan ituuu rasanyaaaa…Ajiiibbbb
Ini pengalaman pertama kami (Aku, Suami & Ibuku) ke Sabang.

1 Januari 2015

Karena waktu itu penerbangan Medan – Sabang belum dibuka, kami putuskan untuk naik Bus malam yang ke Banda Aceh terus nyebrang ke Sabang. Soalnya Suami dan Ibu ku nyampe ke Medan nya malam, jadi gak ada lagi jadwal penerbangan ke Banda Aceh.

Sebenarnya kami naik bus yang jam 11 malam dari Medan, tapi busnya baru jalan jam 12 malam. Jadi tambah lama deh waktu di jalannya. Perjalanan di tempu +/- 12 jam, nyampe Banda Aceh jam 12.30 siang. Busnya nyaman, tapi banyak stop. Sampe Banda Aceh, langsung ke pelabuhan Ulee Lheue. Pas nyampe pelabuhan kapal besarnya baru aja lepas dari dermaga, terpaksa naik kapal cepat dan nunggu lagi. Soalnya kapalnya berangkat jam 4, lumayan nunggu 2 jam lagi.
IMG_20150101_1Perjalanan menggunakan kapal cepat dari pelabuhan ke sabang lamanya sekitar 1,5 jam. Gelombang laut sangat kencang, kapok naik kapal cepat. Hempasannya kuat, rasa mau kebalik tuh kapal. Buat yang sakit jantung, jangan sekali – kali nyoba naik kapal cepat. Dijami Nyesseelll…!!!
20150102_152137

Nyampe pelabuhan Balohan Sabang sekitar jam 5.30 sore, langsung jalan ke penginapan. Kebetulan kami sudah booking kamar di Iboih. Perjalanan dari Balohan ke Iboih sekitar 1 jam. Lumayan jauh sih, tapi terbayarkan dengan keindahan fiew dari penginapannya. Kami menginap di Jelita Bungalow. Kamarnya bersih, rapi, dan nyaman. Fiew dari penginapan cantik banget. Bikin betah diem dikamar. Harganya murah dan adminnya sabar banget. Kalo nginap disana pilih kamar yang di lantai 3 ya. Soalnya di bagian depan kamar, mata kita langsung dimanjakan dengan pemandangan pulau rubiah dan di bagian belakang kamar, pas keluar pintu langsung ke jalan. Jadi jangan takut dapat kamar yang di lantai 3. Gak bakal capek naik turun tangga…hehehehe…

Fiew Pulau Rubuah dari Teras Penginapan

Ongkos Bus Medan – Banda Aceh (Sempati Star): @ Rp. 200.000,-
Ongkos becak dari Terminal ke pelabuhan Ulee Lheue : @Rp. 20.000,-
Ongkos kapal cepat dari pelabuhan Ulee Lheue – Balohan : @ Rp. 90.000,-
Ongkos trevel dari Balohan – Sabang : @ Rp. 60.000,-
Biaya penginapan (fasilitas : kamar mandi dalam, kasur Bad besar, kipas angin (gak perlu kipas, udah dingin)) : @ Rp. 250.000,-

2 Januari 2015

Snorkeling Pulau Rubiah

Bangun pagi, sarapan langsung di pinggir pantai sambil menikmati sunrise…Ajiiibbb,serasa punya pulau sendiri….(padahal makan Indomie telor…wkwkwkwk…).

Sarapan di Iboih

Selesai sarapan langsung ganti baju. Siap – siap snorkeling ke Pulau rubiah. Sebenarnya kita bisa nyebrang ke pulau Rubiah sambil berenang, tapi dilarang. Jadi, kami sewa perahu yang paling murah untuk nyebrang kesana. Dekat juga kok, gak nyampe 10 menit. Sengaja snorkelingnya pagi, biar gak gosong. Kami mulai snorkeling dari jam 8 sampe jam 11.30 pagi. Nyampe pulau Rubiah langsung nyebur. Ikannya cantik – cantik dan gak takut sama manusia. Jadi kita bias foto narsis bareng ikan di sini. Saran saya, kalau kalian kesini sebaiknya rame – rame, supaya biayanya lebih murah. Hati – hati kalau snorkeling di sini, banyak karang yang tajam. Jangan lupa sewa sepatu katak ya…!!!

Nyebrang ke Pulau Rubiah

Kalau mau snorkeling lebih baik sewa pemandu, karena dia lebih tau spot – spot karang yang bagus dan banyak ikannya. Si pemandu juga punya cara sendiri untuk memanggil ikan agar mau mendekat, yaitu dengan Indomie. Memanglah ya, si Indomie ini seleraku banget. Sampai ikan pun doyan. Kalau sewa kamera itu optional, tapi karena kemarin kebetulan ga bawa sarung hp yang anti air jadi nyewa kamera.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Snorkeling Pulau Rubiah

Jam  11.30 balik ke penginapan. Soalnya Ibu dan suami sudah kecapekan. Nyampe penginapan langsung tepar, tapi lapar. Akhirnya suamiku jadi korban, dia kami utus untuk nyari makan siang di Babah Aloe. Soalnya kalau makan di sana gak tahan ngantri. Kalau makan disini jangan lupa pesan ikan kuwe bakarnya yaaa….!!! Maknyoss bin mantap surantap rasanya. Soalnya ikannya masih seger, jadi enaknya pakek buanget. Kemarin kami pesan 1 ekor yang besar, harganya Rp. 80.000,- tapi bisa untuk makan ber 3 sampe ber 5.

Sewa perahu untuk nyebrang PP: Rp.100.000,-
Sewa alat snorkeling : @ Rp. 45.000,- (sebenarnya Rp.50.000,-, karena nawar jadi dapet diskon)
Sewa pemandu snorkeling (skalian jadi tukan foto😀 ) : Rp. 100.000,-
Sewa kamera anti air : Rp. 100.000,- (cameranya merk Lexus, tapi gambarnya bagus)
Sarapan pagi : Indomie + telor @ Rp. 15.000,- , Nasi gurih + telor @ Rp. 15.000,-
White coffe @ Rp. 7000,- , the hangat @ Rp.5000,- (lengkap kaan…!!! Hehehe…)
Makan Siang : +/- Rp. 200.000,-

Tugu Nol Kilometer

Belum ke Sabang namanya kalau belum ke sini. Tempat foto disini sebenernya cuma Tugu dan Tulisan Nol Kilometer nya doang. Waktu kami kesana, kebetulan tugunya lagi dipugar. Jadi gak bias foto di tugunya.

Tugu Nol Kilometer diresmikan oleh Wakil Presiden Tri Sutrisno pada tanggal 9 September 1997. Fungsi tugu Nol kilometer adalah sebagai simbol batas daerah Indonesia. Jangan lupa, kalau ke tugu ini buat sertifikat Nol Kilometer yang langsung ditanda tangani oleh walikota sabang. Lumayan untuk kenang – kenangan.

Sertifikat KM Nol

20150103_140039

Pantai Gapang

Pantai ini Berada tidak begitu Jauh dari Pantai Iboih, tentunya tidak ada masyarakat disana yang tidak tahu akan lokasi Pantai ini, kalau dari pusat kota Sabang berjarak 18 kilometer. Menurut saya lokasi paling cocok untuk berenang adalah di pantai ini. Pantainya luas dan cukup bersih. Ombaknya juga gak terlalu besar,jadi kita bisa berenang ke tengah pantai sambil menikmati bermain dengan deburan ombak. Karena masih mau jalan – jalan ke tempat wisata lainnya, kami cuma main air dan mengumpulkan serpihan karang disini. Banyak karang kecil yang terdampar di pinggir pantai, lumayan bagus untuk hiasa akuarium…hehehehe….

Pantai Gapang

IMG_20150105_1

Pantai Sumur Tiga

Butuh waktu 15 menit dari Kota Sabang untuk ke pantai yang terletak di Kecamatan Ie Meule, Sukajaya, Sabang. Disebut pantai Sumur Tiga karena disepanjang pantai ini terdapat 3 sumber mata air yang dibuat seperti sumur. Walaupun sumur ini terletak di pinggir pantai, air sumur ini tidak terasa asin. Ini adalah salah satu keunikan dari pantai sumur tiga ini.

Sumur Air Tawar di Pantai Sumur Tiga

Pantai Sumur Tiga

Pantai Anoi Itam

Pantai Anoi Itam yang berjarak 13 km dari Kota Sabang adalah satu-satunya pantai yang berpasir hitam di pulau ini. Anoi Itam sendiri memang berarti ‘pasir hitam’. Keindahan eksotis pantai ini telah mengantarkannya meraih predikat sebagai salah satu pantai tercantik di Nusantara versi majalah Garuda Indonesia.

Benteng Jepang

Letaknya tak jauh dari pantai Anoi Itam. Untuk menuju ke benteng ini, kita harus mendaki anak tangga yang curam dan cukup tinggi. Melewati lorong sempit yang dibatasi oleh akar – akar pohon dan batu yang besar, sempat membuat bulu kuduk merinding. Rasa lelah mendaki tangga sangat terbayarkan dengan pemadangan yang disajikan dari dataran tinggi di benteng ini. Kita bisa melihat pemandangan laut luas tanpa batas. Rumput yang hijau, angin yang sejuk, suara deburan ombak yang bergantian menyadarkanku betapa indahnya ciptaan tuhan. Aku sendiri menamakan bukit di benteng ini, bukit telletubbies. Soalnya rumputnya hijau dan bersih. Kalau kesini, jangan lupa sempatkan sebentar tidur dihamparan rumput dan menatap ke langit, rasanya adem banget. Tempat ini juga bagus untuk dijadikan sebagai salah satu spot foto prawedding.

20150103_17232720150103_17170220150103_17242220150103_17485820150103_172119

Benteng Jepang

Masjid Agung Babussalam, Sabang

Salah satu tujuan kami setiap berlibur adalah sholat di masjid yang menjadi Icon di tempat itu. Masjid ini adalah masjid yang terkenal di Sabang. Suasananya adem dan nyaman. Tempatnya bersih, kamar mandi dan tempat wudhunya juga. Masjidnya cantik dengan arsitektur yang unik. Kami menyempatkan untuk sholat di Masjid ini, sambil beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke Sabang Square.

20150103_153823

Sabang Fair

Ini Benteng Kuto Besak (BKB) nyo wong Sabang. Tempat ini bisa dijadikan tempat nongkrong sore sekalian lihat sunset. Luasnya laut sabang dan Pulau Iboih dapat terlihat dari sini.

Sabang Fair

Kalau ke Sabang Fair jangan lupa makan sate gurita. Mungkin ini salah satu sate yang aneh yang pernah saya rasakan. Untuk kuahnya bisa pakai bumbu kacang atau bumbu sate padang. Ngopi sambil makan sate disini bisa menjadi alternatif untuk menutup malam.

Sate Gurita

Biaya sewa Trevel Avanza seharian : Rp. 500.000,-
Sertifikat di KM Nol Sabang : @ Rp. 20.000,-
Sate Gurita : @ Rp. 15.000 – Rp. 20.000,-

3 Januari 2015

Setelah sholat subuh langsung jalan ke Pelabuhan. Soalnya kapal lambat yang kami tumpangi berangkat jam 8 pagi. Walaupun rame, tapi lebih nyaman naik kapal lambat dari pada kapal cepat. Jangan takut kelaperan, disini banyak yang jual nasi bungkus, pop mie, dan minuman hangat untuk sarapan. Lama perjalanan dari pelabuhan Balohan ke pelabuhan Ulee Lheue sekitar 2 jam.

Biaya Trevel Iboih – Balohan : @ Rp. 60.000,-

Nyampe Ulee Lheue kami langsung Explore Banda Aceh… ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s