Udah lama ga nulis, jadi kangen.

Sebenarnya ini latepost, liburannya udah lama basi (Mei 2014) tapi tulisannya baru dibuat sekarang. Moga manfaat ya🙂

Pertama kali menginjakkan kaki di bandara Adisutjipto rasanya adem banget ni kota. Baru dateng udah terasa suasana keramahan jawa nya. Entah kenapa dari dulu aku kagum dengan keanggunan dan kelembutan orang jawa. Bahkan dulu pernah bercita – cita punya suami orang jawa, tapi apa daya orang Palembang udah melamar duluan😀

Ini perjalanan pertamaku ke luar kota bareng suami sejak nikah 08 Maret 2014. Bisa disebut bulan madu yang tertunda, gegara Long distance after married. (Miapoooo,,,sedihnyooo..!!!)
Sekalian ke pesta nikahan teman juga ding…!!!

Bandara Adisutjipto

Okehh,lanjutttt….

24 Mei 2014

Nyampe bandara sekita jam 4 sore. Naik pesawat Tiger Air, kebetulan Cuma ni pesawat yang penerbangannya langsung Palembang – Jogjakarta waktu itu. Karena nunggu pesawat teman (Medan – Jogja) yang  nyampenya jam 5 sore, jadi kami ngopi cantik dulu di bandara. Sebenernya gak niat ngopi sih, tapi apa daya teman tak sampai.

Setelah bosen nunggu dan ketipu beli expresso harga 45 ribu secangkir kecil, yang kecilnya hampir menyamai ukuran Loki. Akhirnya temanku nyampe juga.

Petualangan dimulaaaiii….

Langsung cari – cari taxi, tapi takut ketipu. Akhirnya ada mas – mas yang baik hati, mereka agen trevel resmi yang menawari kami taxi avanza dengan lembutnya. Kami langsung cus ke penginapan dan beristirahat. Malemnya jalan – jalan disekitar Malioboro sambil menikmati makan gudek di angkringan.

Ongkos Pesawat Palembang – Jogja : @ +/- 500.000,- (lupa – lupa ingat soalnya)
Taxi trevel avanza dari Bandara ke penginapan di Malioboro : Rp. 135.000,-
Penginapan : @Rp. 250.000,- (fasilitas Tv, Ac, Sarapan, kamar mandi di dalam)
@Rp. 150.000,- (fasilitas Kipas angin,  Sarapan, kamar mandi di dalam)
Expresso bandara : @ Rp. 45.000,-
Gudeg Angkringan + minum : @ Rp. 30.000,- (tergantung lauk yang dipilih)

Suasana Jalan Malioboro di malam hari

25 Mei 2014

Bangun pagi, soalnya jam 7 harus langsung ke Solo. Gegara macet dan banyak stop di jalan, akhirnya kami nyampe solo jam 12 pas jam makan siang dan untungnya setelah kami makan dan foto – foto acaranya baru bubar😀

Dari solo langsung balik lagi ke Jogja, ngejer waktu biar sempet ke Candi Prambanan, Alhamdulillah nyampe candi Prambanan jam 4 sore. Jalan – jalan bentar di sekitar candi, foto – foto, nongkrong cantik terus diusir deh (hehehehe….) soalnya waktu berkunjung sudah habis.

Candi Prambanan

Sewa Trevel Avanza Jogja – Solo PP (udah sekalian jalan – jalan ke candi Prambanan & dianter ke tempat makan malam ) : Rp. 500.000,-
Tiket Masuk Candi Prambanan : @ Rp. 30.000,-
Makan malam : @ Rp. 50.000,-

26 Mei 2014

Telpon lagi trevel yang nganter dari Bandara ke Hotel, soalnya dia menawarkan paket yang menurut kami murah untuk keliling – keliling daerah Jogja dan sekitarnya. Jam 8 pagi kami mulai berangkat dari hotel. Tempat – tempat yang kami kunjungi antara lain :

Gua Rancang Kencono

20140526_093342

Lokasinya dekat dengan air terjun Sri Gethuk, Wonosari. Menurutku suasana di Gua ini cukup menyeramkan. Semakin ke dalam semakin gelap dan jalannya semakin menyempit. Saya rasa jalan untuk masuk ke gua ini sulit untuk dilalui orang gemuk,soalnya pintu masuknya sempit banget. Di dalam gua ada tulisan semaca prasasti yang judulnya “Prasetya Bhinnekaku”. Gua ini pernah membuat sejarah, dimana pada masa kerajaan Mataram, pernah dijadikan sebagai tempat persembunyian para pejuang kerajaan saat menghadapi tentara Belanda. Tepat di depan gua ada sebuah pohon klumpit yang tinggi, menurut penduduk setempat usia pohon ini  lebih dari 2 abad. Tak perlu biaya untuk masuk ke dalam gua ini, kita hanya ngasih sumbangan sukarela untuk perawatan gua.

Air Terjun Sri Gethuk

Terletak di Desa Wisata Bleberan, Air Terjun Sri Gethuk menjadi salah satu spot wisata yang sayang untuk dilewatkan. Berdasarkan cerita yang dipercayai masyarakat, air terjun tersebut merupakan tempat penyimpanan kethuk yang merupakan salah satu instrumen gamelan milik Jin Anggo Meduro. Oleh karena itu, disebut dengan nama Air Terjun Sri Gethuk. Konon, pada saat-saat tertentu masyarakat Dukuh Menggoran masih sering mendengar suara gamelan mengalun dari arah air terjun. Untuk sampai ke air terjun Sri Gethuk, kita harus menyewa rakit, soalnya lokasi air terjun berada agak jauh dari loket tempat kita membeli tiket.

Kejernihan dan gemericik air yang jatuh membuat air terjun ini menjadi tempat yang indah untuk di  kunjungi. Airnya yang dingin memberikan kesegaran tersendiri seperti memanggil kita untuk masuk kedalamnya…(caeilleeee….!!!)

Air Terjun Sri Gethuk

Air Terjun Sri Gethuk

Air Terjun Sri Gethuk
Tiket sewa rakit : @ Rp. 10.000,-

Gua Pindul

20140526_120153

Gua Pindul terletak didusun Gelaran, Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul. Panjang gua ini sekitar 350 meter. Kita dapat menyusuri gua ini menggunakan sebuah ban dalam mobil/truk yang disewakan disana. Karena waktu itu ramai pengunjung, kami harus antri untuk masuk kedalam gua. Tapi keindahan dan keantikan gua ini masih bisa kita nikmati. Stalakmit dan Stalaktit di gua ini memberikan pengalaman penglihatan mata yang berbeda, ditambah dengan kicauan kalilawar yang bergerombol untuk memulai mimpi indah :) . Menurut saya, tempat ini wajib dikunjungi. Tempat yang unik dan menarik.

Gua Pindul

20140526_120449

Tiket : @ Rp. 35.000,-

Pantai Indrayanti (Pantai Pulang Syawal)

Pantai Pulang Syawal atau disingkat Pantai Pulsa ini merupakan salah satu pantai yang sangat menarik diantara sekian banyak pantai di wilayah Gunungkidul. Awalnya pantai ini disebut Pantai Indrayanti. Penyebutan nama Pantai Indrayanti sebelumnya mendapat banyak kontroversi karena Indrayanti sebenarnya bukan nama pantai ini melainkan nama dari pemilik salah satu kafe dan restoran yang berada di pantai ini. Karena nama Indrayanti yang terpasang dipapan nama di cafe dan restoran pantai ini selanjutnya masyarakat menyebut pantai ini menjadi nama Pantai Indrayanti.

Sedangkan dari pemerintah sendiri menamai pantai ini dengan nama Pantai Pulang Syawal atau Pantai Pulsa. Akan tetapi pantai ini selanjutnya menjadi lebih terkenal dengan nama Pantai Indrayanti.

Pantai yang dibatasi bukit karang ini merupakan salah satu pantai yang menyajikan pemandangan berbeda dibandingkan pantai-pantai lain yang ada di Gunungkidul. Tidak hanya berhiaskan pasir putih, bukit karang, dan air biru jernih yang seolah memanggil-manggil wisatawan untuk berenang, Pantai Indrayanti juga dilengkapi restoran dan cafe serta deretan penginapan yang akan memanjakan wisatawan.

Pantai Indrayanti

Tiket paket wisata 8 pantai : Pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Sundak, Pulang Syawal dan Poktunggal sebesar @ Rp. 4.000,-.

Pantai Parangtritis

Sebenarnya masih banyak jajaran pantai – pantai yang bisa dikunjungi selama perjalanan dari Pantai Indrayanti ke Pantai Parangtritis, tapi karna hari sudah sore dan kami berencana untuk menikmati sunset di Parangtritis, kami putuskan untuk tidak mengunjungi pantai – pantai tersebut.

Pantai Parangtritis terletak 27 km selatan Kota Jogja. Pantai ini terkenal dengan legenda Nyi Roro Kidul nya. Ombak besar yang bergulung – gulung dan datang secara tiba – tiba membuat orang takut untuk berenang ke daerah yang berada di luar bibir pantai. Di pantai ini kita bisa menyewa andong/bendi, kuda dan ATV untuk berkeliling pantai.

Sunset Pantai Parangtritis

Jangan lupa menyempatkan diri bermain kejar – kejaran dengan ombak. Awalnya kami menganggap itu hanya permainan anak – anak yang hanya bisa berenang di bibir pantai. Ternyata permainan ini seru dan bikin serem juga. Soalnya saat ombak datang dan mengejar, kita harus berlari sekencang – kencangnya mendahului ombak agar tidak terseret. Bisa di anggap olahraga dadakan…hehehehe…
20140526_171955

Tiket masuk : @ Rp. 5000,-
Parkir mobil : @ Rp. 10.000,-

Tempat kerajinan kulit Desa Manding

Selesai lihat sunset dan nyantai sore di Parangtritis, tujuan terakhir kami hari ini adalah tempat kerajinan kulit. Bukan jalan – jalan namanya kalo gak belanja. Di sana banyak toko – toko yang menjual kerajinan kulit, mulai dari sepatu, tas, jaket, dompet dan lain – lain. Belanja di sini harus pinter – pinter nawar, biar gak ketipu dan dapet barang dengan harga murah.

Okeh, cukup untuk hari ini. Lanjut besok jalan – jalan ke Borobudur dan Pasar Bringharjo.

Biaya sewa Trevel mobil Avanza seharian : Rp. 500.000,- (dapet segitu setelah merayu dengan ngos – ngosan)

27 Mei 2014

Borobudur

Perjalanan dimulai jam 7 pagi. Soalnya semakin siang bakal semakin rame pengunjung dan cuaca semakin panas. Katanya belum ke Jogja kalau belum ke sini.

Candi Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga antara abad ke-8 hingga abad ke-9, berbarengan dengan Candi Mendut dan Candi Pawon. Proses pembangunan berlangsung selama 75 tahun di bawah kepemimpinan arsitek Gunadarma. Jadi wajar kalau candi ini begitu megah dengan hiasan relief yang begitu detail. Pembangunannya aja lamanya paket buanget.

Jalan keliling candi Borobudur itu sama aja kayak olahraga, capeknya pake buangeett. Dan jangan pernah berkunjung ke sini pas hari libur, ampun dah ramenya ngalahin pasar. Pokoknya bikin pusing banget.

Candi Borobudur

Ooh..iya, Di depan gerbang keluar candi banyak pedagang yang jualan souvenir khas Jogja seperti baju yang ada tulisan Jogja nya, gantungan kunci dan kerajinan lainnya. Kalo pinter nawar pasti dapet murah.
20140527_103309

Tiket masuk : @ Rp. 35.000,-

Pasar Beringharjo

Habis dari Borobudur langsung cabut ke Pasar Beringharjo. Ni pasar gudangnya batik dan baju. Ada juga tas rajut yang cantik. Disini aku cuma beli jilbab, soalnya kalau batik seperti di pasar ini mah di Palembang banyak…hehehehe.

Dari Beringharjo ke penginapan jalan kaki, soalnya sewa trevelnya cuma setengah hari. Ada untungnya juga jalan kaki, karena sepanjang jalan kami bisa mampir menikmati jajanan kaki lima yang ada di pinggir jalan dan beli oleh – oleh (lumayan,dapet banyak dan murah disini)

Biaya sewa Trevel mobil Avanza ½ hari : Rp. 300.000,-

28 Mei 2014

Waktunya jalan – jalan keliling kota Jogja. Hari ini kami jalan berdua aja, soalnya yang lain udah pada pulang…hehehehehe

Sama – sama baru pertama ke Jogja, sama – sama ga bawa peta, sama – sama gak ngerti jalan. Akhirnya aku sama suami milih becak untuk mulai perjalanan keliling kota ini. Tukang becaknya nawarin nganter ke 5 tempat dengan bayar ongkos 5 ribu. Harga yang murah banget, namun tidak meyakinkan. Ternyata benar, kami Cuma dianter ke 2 tempat wisata doang (keraton Jogjakarta & Museum Kereta Keraton). Sisanya kami dianter ke toko kaos dan oleh – oleh yang gak menarik. Setelah itu tukang becaknya langsung ngomong “Cukup sampai disini aja saya nganternya ya mas..?”. kami di turunin di jalan yang kami ga tau itu dimana. Ohhh…mamang becak, kamu membuatku patah hati karena perlakuanmu. Tapi tenang, kami langsung mengobati sakit hati kami dengan jalan kaki tanpa arah. Kata suami “Nikmati aja, jangan dibawa kesel.kan kita gak pernah jalan kaki berdua,nyasarrr lagi” (wkwkwkwk…). Setelah capek nyasar mulai ke kampung orang sampe nemu pohon beringin yang gede tapi serem, akhirnya kami dapet wangsit jalan menuju Taman sari. Jalannya bukan jalan biasa, lebih tepat disebut jalan tikus.Entah kenapa, aku kekeh pengen kesana. Untung ada anak – anak dan mas – mas yang baik hati, “Makasih yaa…!!”

Jadi seharian ini kami jalan – jalan ke Keraton Jogjakarta, Museum Kereta Keraton, Taman sari dan Benteng vredeburg.

Bagian Depan Keraton

Museum Kereta Keraton

Taman Sari

Ga terasa udah malam terakhir aja di Jogja. Kami menghabiskan malam dengan ngopi di warung Kopi Jos Lek Man dan beli oleh – oleh bakpia 25 khas Jogja yang paling enak katanya. Warung Lekman buka malam hari dan lokasinya mudah dijangkau. Kalau dari Malioboro jalan aja lurus sampe ketemu rel kereta, nyebrang terus belok kiri. Warungnya paling ujung, jangan lupa kesana ya. Suasana ngopi lesehan sambil makan gorengan khas Jogja dan nasi kucing menjadi salah satu alasan kami merindukan Jogja. Lek Man yang ramah dan bersahabat sangat kooperatif saat diajak kerjasama ngambil foto dia pas buat kopi Jos…”Si, Lek Man Narsis juga yaa..!!!”

Kopi Jos Lek Man

Tiket masuk Keraton Jogja: @ Rp. 5.000,-
Tiket masuk Museum Kereta Keraton: @ Rp. 3.000,-
Tiket masuk Taman sari: @ Rp. 3.000,-
Ongkos Becak sekali jalan : +/- Rp. 5000,- s.d Rp. 20.000,-
Kopi Jos + Jajanan untuk berdua : ga nyampe Rp.50.000,- (udah makan sepuasnya)

29 Mei 2014

Jam 8 pagi langsung ke bandara, Sayonara Jogja…!!!
Over Bagasi sampe Rp. 250.000,-. Pergi Cuma bawa masing – masing 1 tas ransel. Pulang bawa 2 kardus besar + 1 kardus kecil + 2 ransel yang mau meledak…O’migoottzzz…!!!

Ini ceritaku, Apa ceritamu…???????
PhotoGrid_1403160184042

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s