YANG KOTOR BELUM TENTU MENJIJIKAN

Posted: Oktober 24, 2012 in Cerita
Tag:, , , , , , , , ,

Taukah kamu kalau yang kotor itu bagi mereka belum tentu menjijikkan. Bahkan banyak juga yang menggantungkan harapan dari yang kita sebut kotoran seperti sampah, kaleng bekas, kotoran ternak, bahkan tinja.

Contoh kasusnya ga usah jauh – jauh. Pernah lihat pemulung..??????

Bohong kalau bilang ga pernah…!!

Apalagi di Indonesia,😥

Mereka menggantungkan hidup dari sampah yang mau tak mau harus dipegang dan di aduk aduk dinikmati baunya yang bisa membuat isi perut keluar tanpa perintah. Tapi bagi mereka, ini merupakan bagian dari kehidupan. Tanpa sampah mereka mungkin tak makan, tanpa sampah tak ada asap yang mengepul dari kompor.

Kenikmatan mengaduk sampah bagi mereka sama dengan menemukan harta karun dari pencarian yang panjang. Kaleng bekas, botol plastik, kertas dan sampah lainnya yang memiliki nilai jual sangat mereka harapkan kedatangannya. Dengan sampah mereka bisa mengganjal perut yang tak bisa diajak kompromi, dengan sampah mereka bisa bersekolah dan membayar sewa rumah. Walau sampah membuat mereka menjadi bau dan kotor, tapi sampah jugalah yang menolong mereka dari kehidupan yang kotor.
Mereka lebih menikmati bermandikan kotoran dari pada hidup bergelimangan harta haram.🙂

Contoh kasus selanjutnya adalah Penjual Pupuk (pupuk kandang)

Tau pupuk kan…???
Yang ga tau berarti ga suka bercocok tanam ( bahasanya agak lebay)

Pupuk kandang itu asalnya dari kotoran ternak yang diolah.

Tau ga yang ngolahnya siapa??????? (!@##$%&SCV@Q#%&*)

Yaaa,,tukang pupuk lah, siapa lagi coba…?????

Masa’ tukang besi….!!!😀

Bisa dibayangkan kan, gimana cara mereka mengolahnya. Mau ga mau mereka harus mencium dan menikmati semerbak harumnya kotoran hewan selain itu juga, mereka harus memegang kotoran dalam tekstur yang berbagai macam itu dengan tangan.
(hadeehhh,,,ga kebayang geliiii nya)

Tapi itulah mereka, dengan senang hati mereka mengolahnya menjadi pupuk yang bisa dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman dan sayuran yang kalian makan dan pelihara😀

Apakah mereka pernah mengeluh…??????
Ya…mungkin pernah, mereka juga manusia biasa.🙂

Tapi masih ada yang lebih penting dari pada mengeluh, perut anak istri mereka yang harus dijaga dari kelaparan. Biaya sekolah sang penerus harapan yang tertunda untuk perbaikan keturunan dan biaya listrik dan air yang sudah menunggu setiap tanggal jatuh temponya.

Yaaa…..itulah kehidupan

Dari kotoran pun kita bisa bergantung, yang penting halal.

Ada lagi cerita Sang penyedot WC.
Maaf ceritanya agak jorok dikit

Pernah lihat selebaran yang ditempel di pohon – pohon pinggir jalan. Yang tulisannya seperti ini :

Versi Palembang :

“Sedot WC, Hubungi 0813564xxx”

Versi Medan :

“WC tumpat, Hubungi 061-6638xx”

Hehehehehe…..

Nyedot kotoran di WC yang penuh, mampet atau ngadat, hadeehhh ga banget deh.
Tapi mereka bilang “biasa aja tuh”. Ini profesi saya, mau tak mau harus dikerjakan. Dengan senang hati mereka menyiapkan peralatan penyedotan bahkan ada yang nyiapkan mobil tangki penampungannya lagi.

Dari bau yang semerbak dan tumpukan kotoran yang menjijikkan itulah mereka bisa mendapatkan penghasilan. Lagi…lagi, demi mengisi perut dengan uang yang halal, demi kelanjutan hidup dari hari ke hari, demi biaya sekolah anak, mereka bersemangat untuk menjamah kotran dari rumah yang satu kerumah yang lain.

Seharusnya kita banyak belajar dari mereka. Demi menghalalkan hidup, mereka rela bermain dan bergantung dengan kotoran. Bukan bermain cara kotor seperti yang dilakukan orang – orang berdasi saat ini. Mereka bukan hidup untuk menggendutkan perut, tapi mereka hidup untuk mengisi perut. Jangan pernah berfikir pekerjaan mereka itu pekerjaan rendahan dan menghinakan, pekerjaan mereka justru pekerjaan mulia. Tetes demi tetes keringat mereka menghasilkan kebaikan dan perbaikan.

 

Belajarlah dari sesuatu yang kecil tapi bermakna besar.
Jangan belajar dari sesuatu yang besar tapi bermakna kecil

 

Smoga Manfaat🙂

Medan,24 Okt 2012 (12:19 PM)

Komentar
  1. yovie mengatakan:

    Yg di jijikkan jg belum tentu kotor🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s