Celengan Babi

Posted: Juni 11, 2012 in Cerita
Tag:, , , , , , , ,

Jangan Jadi Celengan Babi

Woowwww……..

Kasar banget judulnya…?????

Nyantai Sob, ini hanya ilustrasi untuk Mr.X yang rakus akan uang…..ckckckckckckck

Alkisah…..(caeelllaaiiiiiii…….)

Ada seorang pegawai perusahaan BUMN yang termasuk sepuh dibagiannya, posisinya ga bergeser ke atas atau kebawah. Tetap aja stay disana. Padahal udah hampir 19 Tahun….!!!!!! Bayangkan 19 tahun betah duduk dikursi yang sama. Kalau tuh kursi bisa ngomong, mungkin dia akan bilang “Gua udah bosen ketemu Loeee….!!!!!!!!!!”( dengan gaya mengancam…hehehehhehehehe)

Trus,,,,,kenapa???????

Apa kamu ga bertanya-tanya dengan kebetahan dia diem dan merasa nyaman banget dibagiannya, dengan Job Desc “Perhitungan Penagihan Kontrak“…
Padahal teman-teman  satu angkatannya udah naik jabatan. Di promosikan jadi ini lah,,,,jadi itu lah….pindah ke bagian inilah, ke bagian itulah.

Okehhh….
Akan Aq jelaskan, kenapa tuh orang betah banget diposisinya sampe sekarang….hehehhehehehe

Kalian pernah dengar Istilah “PW” alias Posisi Uwwweeennaaakk…..
itulah yang dia rasakan. Dia merasa sangat nyaman dengan posisi di bagian ini. Walaupun udah berkali-kali ganti patner kerja, tetep aja betah. Gimana ga betah kalau setiap bulannya ada pemasukkan Plus-plus…(lu kate Pijet kallleeee… :D)

Rekanan : “Pak ada pemeriksaan barang ke daerah ini…?????”
Pegawai  :  Jelas itu pak…?????
Rekanan :  “Aman lah pak,,, pokoknya BERES”
Pegawai  :  Siippppp…..(Amplop pun berpindah tangan dengan mudahnya….)

itu hanya sekelumit ilustrasi gimana cara dia bermain cantik dibelakang nama perusahaan tempat dia bekerja….ckckckckckckckck

Kalian mau tau, gimana aturan mainnya Sang Celengan Babi...
hihihihihihihihihii……… :p

Tata cara peraturan tidak tertulis yang  mengikat perusahaan ::

  1. “Tiap bulan saya HARUS pergi keluar dengan Alasan Perjalanan Dinas, walaupun itu hanya sekedar jalan – jalan keliling lokasi proyek”.
    Uang perjalanannya dari mana????????
    yaaaa,,,,dari Perusahaan dong, judulnya kan udah jelas Perjalanan Dinas ^____^
  2. Kalau ada penagihan yang data perhitungannya diolah oleh saya, Maka Sang rekanan secara tidak terikat memberikan sebuah Tanda Terima Kasih berupa…..?????????
    Sesuatu untuk ngisi “Celengan”
    (Kalau ga ada Tanda Terima Kasih,,,,JANGAN HARAP tuh kerjaan bakal di kerjain dengan ikhlas dan senyum di muka….yang ada dan paling sering dia lakukan mengoper kerjaan tersebut ke pegawai lain,,,walau tuh kerjaan bukan job desc sang pegawai—>>Senioritas Berbicara)
    ckckckckckck………PARAH
  3. Kalau ada Pemeriksaan Barang keluar Kota, yang kontraknya Milik Rekanan “S” (Nama disamarkan) “Saya WAJIB diberangkatkan…!!!!!!!!!”
    (Sebelumnya Calling saya dulu ya pak,,,minta sama atasan supaya saya yang berangkat—>>>Percakapan sebelum Surat permohonan Pemeriksaan di masukkan ke perusahaan)
    Tentunya sudah tersedia dengan cantik Tanda Terima Kasih
  4. Kalau ada hajatan, keperluan keluarga maupun pulang kampung, “Saya wajib mendapatkan Fasilitas dari Perusahaan atas nama Perjalanan Dinas”
    (hahahahahaha………miskin banget yaaaa…?????,,, padahal Uangnya banyak)
  5. “Saat Hari besar Keagamaan,,,Para Rekanan WAJIB memberikan Angpao Kepada Saya”

          Inilah Tata Cara yang harus dipatuhi perusahaan atas perintah saya. Segala peraturan tidak tertulis yang menguntungkan Saya, tetap berlaku walaupun tidak termasuk dalam kelima pasal tersebut.

Tertanda,,,,

Mr. X

Kebayang kan gimana parahnya tuhhh orang…???????
Saya rasa tidak ada julukan yang pantas untuk orang seperti itu selain kata-kata “Celengan Babi”

Bukan hanya kerakusannya pada uang yang buat orang-orang disekitarnya MUAK…
Sifat Senioritas yang Sok Merintah membuat orang disekitarnya Jengah…

Hufffttttttttttt……….Lengkap banget Yaaaahhhhhhhhh

Dan Aku hanya bisa berdo’a untuknya…..ku berharap kalian meng AMIN kan do’a ini:::

“Ya Allah,,, Tolong sadarkanlah Dia, atas segala perlakuan jelek yang telah diperbuatnya. Dan rubahlah sifat kesewenang – wenangannya terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan dirinya menjadi sifat yang bersahaja dan baik. Tegurlah Dia Semanis Gula, sehingga dia bisa mengerti dan sadar bahwa rasa manis yang sebenarnya dalam Hidup ini bukanlah berasal dari banyaknya uang yang dia miliki, tapi semua itu berasal dari keberkahan dan halalnya rejeki yang Ia dapatkan.”

AMIN
^___________^

Amaran : Cerita ini tidak bermaksud untuk menyinggung dan menyudutkan pihak-pihak yang merasa dirinya seperti gambaran Ilustrasi ini. Smoga Cerita ini bermanfaat untuk KITA dan dapat menyadarkan sesiapa yang berbuat seperti diatas.
^_^

Komentar
  1. Winda Novita mengatakan:

    wahh semoga tuh orang segera dibukakan mata hatinya oleh Yang Kuasa..
    nice blog henyta..uhuyy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s